PEKANBARU — Bungkamnya Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar terkait tindak lanjut rekomendasi terhadap operasional HW Live House mulai menuai sorotan dari berbagai pihak. Kali ini, kritik tajam datang dari Ketua DPC GRIB Jaya, S. Hondro yang menilai sikap diam seorang wakil rakyat justru memperburuk kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Menurut S. Hondro, seorang anggota dewan terlebih pimpinan komisi yang sebelumnya paling keras menyuarakan dugaan pelanggaran izin dan pajak tidak seharusnya menghindar dari konfirmasi media ketika publik mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.
“Kalau sebelumnya berani bicara keras di depan publik, melakukan sidak, RDP, bahkan menyampaikan dugaan pelanggaran secara terbuka, maka sekarang juga harus berani menjelaskan hasilnya kepada masyarakat. Jangan ketika sorotan publik mulai besar justru memilih diam,” tegas Hondro, Kamis (21/05/26).
Ia menilai sikap bungkam tersebut dapat menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat, seolah rekomendasi DPRD hanya sebatas konsumsi pemberitaan tanpa memiliki keberanian untuk benar-benar dikawal hingga tuntas.
“Publik hari ini tidak bodoh. Masyarakat melihat sendiri bahwa HW Live House masih beroperasi normal. DJ tetap tampil, aktivitas hiburan malam tetap berjalan. Pertanyaannya, mana hasil pengawasan DPRD yang dulu begitu lantang disampaikan?” katanya.
Hondro bahkan menyebut, apabila DPRD tidak mampu memastikan rekomendasinya dijalankan pemerintah daerah, maka wibawa lembaga legislatif akan dipertanyakan.
“Jangan sampai DPRD hanya terlihat galak di awal, tapi hilang ketika masyarakat menunggu hasil akhirnya. Ini menyangkut marwah lembaga dan integritas pengawasan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dugaan pelanggaran yang sebelumnya disampaikan dalam RDP bukan persoalan kecil, karena berkaitan dengan legalitas usaha hiburan malam dan potensi kerugian pendapatan daerah dari sektor pajak.
“Kalau benar dulu disebut izinnya hanya restoran, lalu kenapa aktivitas seperti diskotek tetap berjalan? Kalau benar ada dugaan kekurangan pajak minuman beralkohol, berapa kerugian daerahnya? Ini wajib dijelaskan secara transparan,” tambahnya.
S. Hondro menilai, diamnya pejabat publik terhadap pertanyaan media justru memicu lahirnya spekulasi liar di tengah masyarakat. Padahal menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat.
“Media itu bekerja untuk kepentingan publik. Ketika dikonfirmasi malah diam, wajar kalau masyarakat bertanya-tanya ada apa sebenarnya di balik mandeknya persoalan ini,” katanya lagi.
GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru juga mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru, termasuk instansi terkait seperti Satpol PP, DPMPTSP dan Bapenda untuk terbuka menyampaikan perkembangan tindak lanjut rekomendasi DPRD terhadap operasional HW Live House.
“Kalau memang ada pelanggaran, tindak. Kalau memang sudah selesai, jelaskan ke publik. Jangan dibiarkan menggantung karena itu justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap penegakan aturan,” tutup Hondro.
Hingga berita ini diterbitkan, Robin Eduar belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai pertanyaan media mengenai perkembangan rekomendasi DPRD terhadap operasional HW Live House di Kota Pekanbaru.****
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Pekanbaru Tuan Rumah Rakernas IMI 2026, Wako Agung Nugroho Bidik Kebangkitan Otomotif Riau
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum



