PEKANBARU,Suarahebat.com_-Puluhan massa dari masyarakat umum menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Selasa(28/04/2026).
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Yabisa Sukses Mandiri dalam pengelolaan lahan parkir yang dinilai tidak sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.
Massa tergabung masyarakat ini membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar perusahaan tersebut segera ditindak tegas. Mereka menilai bahwa pengelolaan parkir yang dilakukan hingga saat ini merugikan masyarakat serta melanggar aturan perundang-undangan yang mengatur sektor perparkiran.
Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa tujuan dari demonstrasi ini adalah untuk menegakkan hukum dan keadilan. Mereka menyoroti adanya indikasi penyimpangan dalam operasional perusahaan yang seharusnya diawasi ketat oleh pemerintah daerah.
"Kami datang di sini untuk yang ke 3 kali nya datang dengan damai untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Kami menilai PT Yabisa Sukses Mandiri telah melakukan pelanggaran terhadap UUD dan peraturan perparkiran yang berlaku. Kami meminta agar hal ini tidak dibiarkan dan harus ada solusi hukum yang nyata," tegas salah satu orator di hadapan barisan aparat keamanan.
Tuntutan Aksi
Adapun poin-poin tuntutan yang disampaikan oleh massa kepada pihak Pemerintah Kota Pekanbaru antara lain:
1. Meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas terkait untuk mengevaluasi dan meninjau ulang izin operasional PT Yabisa Sukses Mandiri.
2. Menuntut Inspektorat Kota Pekanbaru segera melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja dan legalitas perusahaan tersebut.
3. Menegakkan aturan hukum secara tegas jika terbukti terdapat pelanggaran regulasi perparkiran.
4. Meminta PT Yabisa Sukses Mandiri agar di putus kontraknya oleh dinas perhubungan Pekanbaru karena telah diduga melanggar kontrak selama 5 tahun ini dengan tidak adanya sistem pembayaran non tunai/elektrik sehingga tidak terpenuhinya kepuasan masyarakat
5. Kami sampaikan bahwa SP 1 telah di terima oleh PT Yabisa Sukses Mandiri ini maka tidak ada lagi alasan untuk dinas perhubungan dengan segera mungkin agar memutus kontrak nya
Setelah melakukan orasi dan long march singkat, perwakilan massa kemudian diterima oleh pihak kepolisian dan perwakilan pemerintah daerah untuk menyerahkan daftar tuntutan. Hingga aksi berakhir, situasi terlihat kondusif dan berjalan aman tanpa adanya insiden yang merugikan.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera merespons dan menindaklanjuti aspirasi ini demi terciptanya tata kelola perparkiran yang baik, legal, dan berpihak pada kepentingan umum.
(Tim Liputan)
Red/Team
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



