Pekanbaru, INFO_PAS –Suarahebat.com_-Di balik tembok tinggi yang sering dipandang sebelah mata, terdapat harapan, perubahan, dan semangat untuk menjadi lebih baik. Warga binaan bukan sekadar individu yang menjalani masa hukuman, tetapi juga manusia yang memiliki mimpi, bakat, dan keinginan untuk kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.sabtu,(25/04/26)
Dengan semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menghadirkan ruang ekspresi yang penuh makna melalui sebuah perhelatan seni,
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru secara resmi membuka Festival Seni dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan sekaligus sarana untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni.
Festival Seni tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, kreatif, dan humanis.
“Festival Seni ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri secara positif serta membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
Berbagai perlombaan digelar dalam Festival Seni ini, di antaranya stand up comedy, festival band, fashion show, dance competition, dan grafiti. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh antusias oleh warga binaan yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pekanbaru juga ingin mengajak masyarakat untuk turut berkolaborasi dalam mendukung program pembinaan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Festival Seni ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat, serta membangun citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang berkomitmen dalam pembinaan dan reintegrasi sosial.
Red/team
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



