PEKANBARU -Suarahebat.com_-Kehadiran tokoh masyarakat Riau, , dalam persidangan menjadi sorotan tersendiri dan turut memantik meningkatnya animo publik di ruang sidang.
Datang bersama ratusan kader Pemuda Pancasila, kehadiran Ketua MPW PP Riau itu dinilai bukan sekadar simbolik, melainkan cerminan besarnya perhatian masyarakat terhadap jalannya proses hukum yang tengah berlangsung.
Ketua DPC PKB Kuansing, atau yang akrab disapa Cak Mus, menyebut momen tersebut sebagai energi positif bagi pihaknya maupun bagi Abdul Wahid.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau, termasuk Pemuda Pancasila yang dihadiri langsung Pak Arsadianto Rachman.
Ini menjadi energi positif bagi kami dan bagi Pak Gubernur untuk lebih bersemangat mengikuti persidangan berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran tokoh masyarakat seperti Arsadianto Rachman memperlihatkan bahwa perhatian publik terhadap kasus ini sangat besar dan muncul secara alami, bukan karena mobilisasi.
“Ini menarik. Biasanya sidang dugaan korupsi itu sepi. Tapi kali ini ramai. Ini menunjukkan dukungan masyarakat yang murni, tidak ada bayaran seperti yang dituduhkan. Semua hadir lillahita’ala,” tegasnya.
Ia menilai, tingginya antusiasme masyarakat tidak lepas dari rasa ingin tahu terhadap fakta-fakta persidangan yang terus bergulir.
Apalagi, dari keterangan saksi yang telah disampaikan, menurutnya belum terlihat adanya perbuatan sebagaimana yang didakwakan.
“Persidangan ini seperti magnet. Masyarakat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari keterangan saksi, tidak terlihat Pak Wahid melakukan hal yang dituduhkan.
Itu yang membuat masyarakat semakin penasaran sekaligus memberi dukungan,” jelasnya.
Meski begitu, Cak Mus menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati proses hukum dan tidak berniat mengintervensi jalannya persidangan.
“Kita tidak mengintervensi pengadilan. Kita percaya hakim akan memutuskan perkara ini secara adil. Kita tetap menjunjung tinggi norma dan proses hukum,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat serta media untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi perkara ini.
“Kami mengimbau masyarakat dan media agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tutupnya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap agar Abdul Wahid dapat melalui proses hukum ini dengan baik dan mendapatkan keadilan.
“Semoga ke depan, Pak Wahid bisa lepas dari dugaan dan dakwaan JPU, serta kembali memimpin Riau,” pungkasnya.
Redaksi/Seprinaldi
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



