PEKANBARU–Suarahebat.com-Dugaan praktik pemerasan yang melibatkan oknum mengaku wartawan terhadap pihak Lapas Kelas IIA Pekanbaru akhirnya terungkap ke publik,hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 22 Maret 2026, di kediaman Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, di Jalan Pengayoman, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya.
Konferensi pers tersebut dihadiri puluhan awak media yang menyimak langsung penjelasan kronologi lengkap yang disampaikan pihak Kanwil Ditjenpas Riau.
Dalam keterangannya, Maizar menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut adanya pengendalian narkoba dari dalam Lapas Pekanbaru tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan.
“Kami tidak tinggal diam. Semua informasi yang beredar kami telusuri, dan kami pastikan bahwa Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh memberantas narkoba serta penggunaan alat komunikasi ilegal,” tegas Maizar.
Bermula dari Oknum Mengaku Wartawan
Kasus ini bermula pada 4 Maret 2026, ketika dua orang yang mengaku sebagai wartawan mendatangi Lapas Pekanbaru untuk menemui warga binaan berinisial AW.
Namun, keduanya tidak dapat menunjukkan identitas yang jelas serta tidak mengikuti prosedur resmi yang berlaku. Pihak lapas kemudian mengarahkan agar proses wawancara dilakukan sesuai mekanisme.
Tak lama berselang, sejumlah media online mulai memuat pemberitaan yang menuding adanya pengendalian narkoba dari dalam lapas.
Diduga Jadikan Berita Sebagai Alat Tekanan
Menanggapi pemberitaan tersebut, tim humas Lapas berupaya melakukan klarifikasi. Namun dalam prosesnya, muncul dugaan praktik tidak etis.
Dalam pertemuan dengan salah satu oknum, pembahasan tidak lagi sekadar klarifikasi, melainkan mengarah pada permintaan uang dengan dalih membantu menurunkan atau take down konten pemberitaan.
“Nominal yang diminta tidak sedikit, bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Pada tahap tertentu disebutkan angka Rp15 juta,” ungkap Maizar di hadapan media.
Berujung Laporan Polisi
Merasa dirugikan dan ditekan, pihak Lapas Pekanbaru akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke Polsek Bukit Raya.
Hasilnya, pada 19 Maret 2026, oknum yang diduga terlibat berhasil diamankan pihak kepolisian. Dari tangan yang bersangkutan, diamankan barang bukti berupa uang tunai dan telepon genggam.
Komitmen Tegas: Tidak Ada Toleransi
Dalam kesempatan itu, Maizar kembali menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga integritas lapas dan memberantas segala bentuk pelanggaran, baik dari dalam maupun luar.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan kerja sama dengan media, namun menolak segala bentuk tekanan yang melanggar hukum.
“Kami terbuka terhadap rekan-rekan media, tapi kami tidak akan mentolerir praktik-praktik yang mencederai profesi dan melanggar hukum,” tegasnya.
Pesan untuk Publik
Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di ruang publik perlu disikapi secara bijak dan tidak serta-merta dipercaya tanpa klarifikasi.
Pihak Kanwil Ditjenpas Riau memastikan akan terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Red/team
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



