Pekanbaru, INFO_PAS,Suarahebat.com_- Dalam rangka memperkuat pengawasan dan meningkatkan integritas jajaran pemasyarakatan, petugas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru mengikuti Pelaksanaan Asesmen Anggota Tim Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rabu (05/03)
Kegiatan asesmen ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Asesmen dilaksanakan melalui serangkaian tahapan penilaian yang meliputi evaluasi kompetensi, pemahaman regulasi, serta integritas dan komitmen terhadap pelaksanaan tugas pengawasan internal.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa keikutsertaan petugas dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan sistem pengendalian dan kepatuhan internal di lingkungan Pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas seluruh jajaran, salah satunya melalui partisipasi aktif dalam kegiatan asesmen ini,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan asesmen tersebut, diharapkan anggota Tim Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal yang terpilih nantinya mampu menjalankan fungsi pengawasan secara optimal, melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran, serta memberikan rekomendasi perbaikan guna mendukung terciptanya pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta diikuti dengan penuh keseriusan oleh para peserta.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru akan terus mendukung setiap program penguatan kepatuhan internal demi terwujudnya pemasyarakatan yang Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat dan berintegritas.
Redaksi/Seprinaldi
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



