Pekanbaru – Suarahebat.com_-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, secara langsung memimpin apel pembentukan dan pengukuhan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal), yang dilaksanakan di Lapangan Lapas Pekanbaru, pada Kamis (12/02). Kegiatan tersebut disaksikan oleh seluruh jajaran petugas Lapas sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan dan menjaga integritas pemasyarakatan.
Dalam apel tersebut, Kalapas Yuniarto secara resmi mengukuhkan jajaran pejabat struktural yang tergabung dalam Tim Satopspatnal. Pembentukan Tim Satopspatnal ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan deteksi dini, pencegahan, serta penindakan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Selain itu, tim ini juga bertugas memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Dalam amanatnya, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa keberadaan Tim Satopspatnal bukan hanya sebatas formalitas, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga marwah institusi.
“Tim Satopspatnal harus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme petugas. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, objektif, serta tanpa pandang bulu. Kita ingin memastikan Lapas Pekanbaru tetap dalam kondisi aman, tertib, dan bersih dari segala bentuk pelanggaran,” tegas Yuniarto.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan soliditas antarbagian demi menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta pelayanan pemasyarakatan yang optimal.
Dengan terbentuknya Tim Satopspatnal ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan internal dan memperkuat budaya kerja yang berintegritas demi mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional dan terpercaya.
Redaksi/Seprinaldi
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



