Pekanbaru, INFO_PAS –Suarahebat.com_- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali teguhkan komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) melalui Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Tahun 2026, Senin (9/2).
Bertempat di Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru, kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan diikuti seluruh pejabat struktural dan jajaran pegawai. Penandatanganan komitmen bersama ini merupakan bentuk keseriusan seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas selaras dengan implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, yang wajib dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran.
“Penandatanganan komitmen ini merupakan langkah konkret dalam mendukung 15 Program Akselerasi Kemenimipas Tahun 2026. Salah satu fokus utama yang harus kita laksanakan dengan tegas adalah pemberantasan peredaran handphone ilegal dan narkoba di dalam lapas. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran tersebut,” tegas Yuniarto.
Lebih lanjut, Yuniarto, menekankan bahwa pemberantasan handphone dan narkoba merupakan bagian penting dalam membangun Zona Integritas, sekaligus upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik penyimpangan.
“Seluruh petugas harus memiliki integritas dan komitmen yang sama. Pengawasan harus diperketat, aturan ditegakkan, dan pelayanan tetap berjalan secara profesional. Dengan komitmen bersama, kita optimis dapat mewujudkan Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang bersih, aman, dan berintegritas,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Kemenimipas, khususnya dalam pelaksanaan 15 Program Akselerasi Tahun 2026, serta mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Redaksi/ seprinaldi
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



