Rokan Hulu — Zulfahrianto, S.E, Kepala Desa Sontang yang juga Ketua DPD APDESI Provinsi Riau, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemerhati Pendidikan atas dedikasi dan kontribusinya yang konsisten dalam memajukan pendidikan di Kecamatan Bonai Darussalam.
Gerakan kepedulian Zulfahrianto terhadap dunia pendidikan telah dimulai sejak ia pertama kali menjabat sebagai Kepala Desa Sontang pada tahun 2012, dan terus ia jalankan hingga hari ini. Selama periode tersebut, berbagai langkah nyata telah ia lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru.
Zulfahrianto tercatat menyumbangkan empat hektare tanah pribadi untuk pembangunan SMPN 01 dan SMAN 1 Bonai Darussalam. Ia juga terlibat dalam pembangunan ruang kelas pada tingkat SD, SMP, dan SMA, serta melakukan tukar guling gedung kordikcam senilai Rp450 juta. Tidak hanya itu, ia turut membayarkan gaji guru honorer setiap bulan ketika dana BOS tidak mencukupi, memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan dengan baik.
Kontribusi lainnya terlihat saat ia menjadi donatur tunggal penyelenggaraan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Rokan Hulu di Desa Sontang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Rokan Hulu yang hadir dan langsung menyerahkan penghargaan menyampaikan apresiasinya:
“Kami sangat menghargai dedikasi Pak Zulfahrianto. Beliau bukan hanya bekerja sebagai kepala desa, tetapi sebagai sosok yang benar-benar memikirkan masa depan pendidikan. Kontribusinya sejak tahun 2012 hingga sekarang menjadi contoh nyata pengabdian tanpa pamrih untuk kemajuan daerah.”
Dalam sambutannya, Zulfahrianto, S.E juga menegaskan komitmennya:
“Kami menyerukan agar tidak ada lagi guru yang terabaikan, karena hal itu menghambat proses belajar-mengajar di desa. Mari bersama memperjuangkan hak-hak guru di seluruh Riau.”
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian panjang Zulfahrianto dalam memperjuangkan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Bonai Darussalam dan bahkan di Riau.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



