Suarahebat.com, BENGKALIS - Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri pengukuhan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkalis Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030. Peppi Sumanty dikukuhkan sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis.
Pengukuhan dilaksanakan di Gedung Cik Puan Bengkalis. Senin, 25 Agustus 2025, dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Zamzami, Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis.
Hadir juga Ketua PGRI Provinsi Riau Prof Adolf Bastian, Sekretaris PGRI Provinsi Riau, Zulfikar serta kepala sekolah semua tingkatan di Kabupaten Bengkalis.
Bupati Kasmarni berharap, pengukuhan pengurus PGRI menjadi titik awal menjalin kolaborasi membangun kualitas pendidikan dan memperkuat peran guru sebagai ujung tombak kemajuan bangsa.
"Kami ingatkan, jaga terus kekompakan, integritas dan transparansi, serta pertahankan komitmen tugas dan tanggung jawab. Secepat mungkin lakukan konsolidasi, agar kerja-kerja nyata PGRI dapat dibuktikan," ucap Kasmarni.
Kasmarni meminta PGRI agar menjadi motor penggerak inspiratif bagi seluruh tenaga pendidik di Negeri Junjungan.
"Kami berharap PGRI menjadi penggerak perubahan. Sebab PGRI bukan sekedar organisasi profesi, melainkan wadah perjuangan yang berperan penting dalam menjaga martabat guru serta memperjuangkan aspirasi mereka," harapnya.
Ketua PGRI Provinsi Riau Prof Adolf Bastian mengatakan, para guru harus move on menghadapi digitalisasi dan kemajuan zaman.
Bastian meminta tiga hal kepada Pengurus PGRI Kabupaten Bengkalis, yakni memperkuat kompetensi para anggota lewat pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan hukum pada guru.
Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis Peppi Sumanty berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan juga Marwah kelembagaan PGRI.
"Saya berharap dukungan penuh semua pihak, khususnya pengurus PGRI. Tanpa adanya dukungan maka lembaga ini tak akan maju, dengan dukungan pengurus PGRI maka lembaga kita ini akan bisa mewujudkan cita-cita bersama," ucapnya.**RZ.
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



