JAKARTA — Mahasiswa Universitas Trisakti mulai bergerak menuju kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026), untuk menggelar aksi demonstrasi dengan menggunakan angkutan kota (angkot). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) sebagai bentuk desakan terhadap pemerintah agar lebih serius menjawab berbagai persoalan bangsa.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, aksi ini membawa sejumlah tuntutan yang menyentuh persoalan mendasar;
- Pemulihan kondisi nasional,
- Pemberantasan inkompetensi pejabat negara,
- Penguatan supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mahasiswa mendesak agar pemulihan nasional tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan melalui kebijakan konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai persoalan di sektor ekonomi, lingkungan hidup, politik, pendidikan, dan kesehatan dinilai membutuhkan penanganan serius, terukur, serta berkelanjutan.
Kemudian menyoroti pentingnya profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Mahasiswa menginginkan agar jabatan publik diisi oleh figur yang memiliki kapasitas dan kompetensi, serta bebas dari konflik kepentingan.
Selain itu, persoalan rangkap jabatan pejabat publik menjadi perhatian karena berkaitan dengan efektivitas pelaksanaan tugas, independensi, dan tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat.
Selanjutnya, mahasiswa menegaskan pentingnya menempatkan otoritas sipil dalam kerangka konstitusi dan demokrasi. Supremasi sipil menjadi salah satu prinsip penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, memperkuat akuntabilitas lembaga negara, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai hukum.
Aksi mahasiswa Trisakti tersebut menjadi pengingat bahwa aspirasi publik terhadap arah kebijakan nasional masih perlu mendapat ruang yang memadai. Tuntutan yang disampaikan tidak berhenti pada kritik, tetapi juga menjadi dorongan agar pemerintah membuka ruang dialog dan memberikan jawaban yang terukur terhadap persoalan yang disuarakan masyarakat.
Dalam negara demokrasi, demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat yang dilindungi oleh hukum sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, aspirasi mahasiswa perlu disikapi secara proporsional, dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap hak warga negara, serta upaya menjaga ketertiban umum.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana pemerintah merespons tiga tuntutan tersebut. Publik tentu berharap setiap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan rakyat.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



