suarahebat.Com, Mentawai - Kondisi gedung balai penyuluhan pertanian ( BPP) kecamatan sikakap, kabupaten Kepulauan Mentawai, saat ini sangat memprihatikan. Fasilitas yang seharusnya menjadi pusat edukasi dan pengembangan bagi para petani di wilayah tersebut dinilai kurang mendapat perhatian dan perawatan serius dari dinas terkait.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa bagian dinding gedung sudah retak-retak, cat dinding yang mengelupas dan pudar serta pekarangan di sekitar kantor, yang mulai di tumbuhi semak belukar. kondisi sarana penunjang yang kurang terawat ini dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan optimalisasi pelayanan bagi masyarakat, khususnya kelompok tani setempat.
Menanggapi hal tersebut, koordinator BPP kecamatan sikakap, Heriadi, S.P., tidak menampik adanya kendala pada fasilitas yang ada saat ini. Pihaknya mengakui bahwa keterbatasan anggaran perawatan berkala menjadi pemicu utama menurunnya kondisi fisik gedung operasional para penyuluh lapangan.
" Kami tetap berupaya maksimal memaksimalkan pelayanan dan pendampingan kepada kelompok tani di Sikakap dengan kondisi apa adanya.Namun, kami tidak menutup mata bahwa fasilitas gedung dan sarana penunjang memang sudah waktunya mendapat kan renovasi serta perhatian lebih dari dinas terkait agar kinerja di lapangan bisa lebih optimal," ungkap Heriadi, S.P. saat di konfirmasi oleh awak media, kamis (22/10/2026).
Masyarakat dan para petani setempat menaruh harapan besar agar pemerintah kabupaten Kepulauan Mentawai, melalui dinas pertanian atau instansi terkait,dapat segera menganggarkan dana renovasi pada tahun anggaran berjalan.
Pembenahan ini di nilai mendesak agar aset daerah tersebut tidak semakin rusak parah dan fungsi nya sebagai motor penggerak ketahanan pangan di kecamatan sikakap dapat kembali berjalan maksimal.*(Y.zai).
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



