PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berada pada kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 163 pada Sabtu (24/10/2026). Konsentrasi polutan utama berupa partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 73 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Pekanbaru, Syamsul Bahri, menyoroti kondisi kabut asap yang dinilainya telah terlalu lama dirasakan masyarakat. Ia berharap kualitas udara di Kota Pekanbaru segera membaik sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
“Kabut asap ini dampaknya terhadap kesehatan masyarakat semakin mengkhawatirkan. Bahkan, jumlah warga yang terserang ISPA juga terus bertambah,” kata Syamsul Bahri.
Kekhawatiran tersebut sejalan dengan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru yang mencatat sebanyak 13.850 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak 24 Agustus 2026.
Syamsul menilai, apabila kondisi udara tidak sehat terus berlangsung, risiko gangguan kesehatan masyarakat dikhawatirkan semakin meningkat. Karena itu, ia berharap penanganan karhutla dan upaya pengendalian kabut asap dapat dilakukan secara maksimal agar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat tidak semakin meluas.
“Ini kan ngeri, jika terus saja kabut asap melanda. Akan terus bertambah jumlahnya,” ujarnya.
Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga mengganggu sektor pendidikan di Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru beberapa kali menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dari paparan udara yang tidak sehat.
Menurut Syamsul, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Kebijakan pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu langkah antisipasi agar aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan risiko paparan polusi udara.
Ia juga berharap pemerintah bersama instansi terkait terus meningkatkan langkah penanganan karhutla, memantau kualitas udara secara berkala, serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai kondisi udara dan langkah-langkah perlindungan kesehatan yang perlu dilakukan.
Di tengah kondisi tersebut, Syamsul mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan dari instansi berwenang, khususnya ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
“Kita terus berdoa dan berharap kondisi tidak sehat ini segera berakhir. Sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika polusi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus saat harus beraktivitas di luar, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang memburuk.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



