PEKANBARU, RIAU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih menjadi perhatian pada Kamis (22/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara tercatat mencapai 256 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 181,4 µg/m³. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Di tengah kondisi tersebut, pembelajaran bagi anak usia dini masih dilaksanakan secara jarak jauh. PAUD dan TK tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga kualitas udara membaik. Sementara itu, siswa SD dan SMP telah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas dengan pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.
Berdasarkan data pemantauan yang diperoleh, Pekanbaru menempati urutan keempat dalam daftar kota di Indonesia yang ditampilkan IQAir saat tangkapan layar diambil.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel polutan berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Perbedaan kondisi kualitas udara di sejumlah titik pemantauan juga perlu menjadi perhatian. Stasiun Pekanbaru–Panam tercatat mencapai 300 AQI US, sedangkan Pekanbaru–Payung Sekaki berada di angka 212. Dalam pemantauan terpisah, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sebesar 84,8 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB dengan kategori tidak sehat.
Perbedaan angka tersebut perlu dipahami berdasarkan lokasi, waktu, serta metode pemantauan masing-masing. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi kualitas udara terkini sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kondisi kualitas udara yang masih buruk menuntut perhatian serius terhadap perlindungan kesehatan peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas perlu disertai pemantauan kondisi udara serta langkah perlindungan yang memadai, khususnya bagi siswa yang rentan terhadap dampak polusi.
Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai dan pengurangan paparan udara tercemar dapat menjadi langkah pencegahan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Udara bersih masih dinantikan warga Pekanbaru. Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi yang akurat menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



