ASAHAN, SUMATERA UTARA — Perkembangan informasi terkait laporan dugaan penganiayaan di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, menjadi sorotan. Terlapor berinisial S.H.N.S. disebut-sebut merupakan mantan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) karena kasus narkoba, Minggu (18/10/26).
Informasi tersebut menambah perhatian terhadap laporan dugaan penganiayaan yang sebelumnya disampaikan oleh pelapor berinisial R.H. ke Polres Asahan pada 14 Agustus 2026, sebagaimana tercantum dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) yang diperlihatkan kepada redaksi.
Pelapor mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik berupa pemukulan pada bagian mata hingga menimbulkan rasa sakit dan trauma.
Selain informasi mengenai statusnya sebagai mantan anggota Polri, muncul pula dugaan bahwa S.H.N.S. hingga kini masih mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Masyarakat berharap Polres Asahan memberikan penjelasan mengenai perkembangan laporan dugaan penganiayaan tersebut, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memeriksa keterangan pelapor, terlapor, saksi, serta bukti pendukung lainnya.
Penanganan yang transparan dan profesional diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan hak pelapor dan terlapor tetap terlindungi.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



