PEKANBARU, RIAU — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau semakin pekat pada Sabtu (17/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun, bahkan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tercatat hanya sekitar 500 meter.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, penurunan jarak pandang juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Di Kota Pekanbaru, jarak pandang tercatat sekitar 1.500 meter, Kabupaten Kampar 3.000 meter, dan Kabupaten Pelalawan 1.000 meter.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, membenarkan kondisi tersebut.
"Jarak pandang di Inhu hanya 500 meter," ujar Elisa.
Menurutnya, kondisi kabut asap tersebut terjadi ketika titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.
BMKG mencatat sebanyak sembilan titik panas tersebar di lima kabupaten dan kota di Riau. Rinciannya, tiga titik berada di Kabupaten Bengkalis, dua titik di Kabupaten Siak, dua titik di Kabupaten Kampar, satu titik di Kabupaten Pelalawan, serta satu titik di Kota Dumai.
Keberadaan titik panas tersebut menjadi perhatian di tengah menurunnya jarak pandang akibat kabut asap. Meski demikian, data hotspot merupakan indikasi awal yang perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi untuk memastikan adanya kebakaran lahan maupun hutan.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kegiatan di luar rumah sebaiknya dikurangi apabila kondisi asap semakin pekat.
"Kita imbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi apabila kondisi asap semakin pekat," ungkap Elisa.
Penurunan jarak pandang juga perlu menjadi perhatian pengguna jalan, terutama pengendara yang melintasi wilayah dengan kondisi kabut asap tebal. Pengendara diharapkan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan, serta menghindari perjalanan apabila jarak pandang tidak memungkinkan.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait, sekaligus melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di lingkungan masing-masing.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



