Info_PAS Bangkinang —Suarahebat.com - Selasa, 29 September 2026 —Ada banyak cara untuk menumbuhkan kemandirian. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang, salah satunya diwujudkan melalui kegiatan budidaya ikan lele yang dikelola secara produktif oleh warga binaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan secara langsung dalam mengelola usaha budidaya ikan. Mulai dari pemberian pakan, perawatan kolam, pemantauan pertumbuhan ikan, hingga persiapan menjelang panen dilakukan secara bertahap dan terarah.
Ikan lele dipilih karena memiliki masa pemeliharaan yang relatif singkat serta peluang pemasaran yang cukup baik. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengenai teknik budidaya, tetapi juga dilatih untuk memahami pentingnya tanggung jawab, ketekunan, kerja sama, dan pengelolaan kegiatan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung dalam proses pengelolaan dan perawatan ikan lele dengan pengawasan di lapangan oleh Ari Saputra, sehingga kegiatan budidaya dapat berjalan dengan baik dan terarah.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, melalui Kasi Kegiatan Kerja (Giatja), Jefriandy, menyampaikan bahwa budidaya lele merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan nyata kepada warga binaan.
“Budidaya lele ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam proses pengelolaannya. Selain memiliki masa panen yang relatif cepat dan peluang pemasaran yang baik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan tanggung jawab, ketekunan, dan keterampilan yang dapat bermanfaat sebagai bekal di masa depan. Pelaksanaannya di lapangan juga terus diawasi agar proses budidaya berjalan dengan baik dan terarah,” ujar Jefriandy.
Hasil panen nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas Kelas IIA Bangkinang. Apabila produksi melebihi kebutuhan internal, hasil budidaya dapat dipasarkan kepada masyarakat maupun melalui pembeli ikan yang datang langsung untuk mengambil hasil panen.
Bukan sekadar memelihara ikan. Dari kegiatan ini, warga binaan belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, kerja sama, serta bagaimana sebuah keterampilan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Melalui pembinaan kemandirian yang produktif, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Red / Seprinaldi
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



