Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Pekanbaru Tuan Rumah Rakernas IMI 2026, Wako Agung Nugroho Bidik Kebangkitan Otomotif Riau   ●   
  • Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK   ●   
  • Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh   ●   
  • Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum   ●   
  • OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi   ●   
Dinkes Riau Catat 11.370 Kasus Ispa, Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian
Jumat 18 September 2026, 15:06 WIB

PEKANBARU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat sebanyak 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1–14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan kondisi kabut asap diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus ISPA.

“Total penderita ISPA di Riau selama periode 1–14 September tercatat sebanyak 11.370 kasus,” kata Zulkifli, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak masih mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat meski terjadi peningkatan jumlah pasien.

Dinkes Riau juga memperkuat langkah pencegahan dengan membagikan masker secara gratis dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak polusi udara terhadap kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang terdampak. Dinkes Riau juga menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas serta mengaktifkan Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team/EMT) untuk mengantisipasi lonjakan pasien secara mendadak.

Zulkifli mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid.

“Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker yang sesuai ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai upaya mengurangi paparan polusi udara terhadap saluran pernapasan.

Di sisi lain, Dinkes Riau meminta seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan pemantauan dan pelaporan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan asap. Pemantauan mencakup kasus ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, hingga asma.

Pelaporan tersebut dilakukan melalui Dinas Kesehatan kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat selama periode kualitas udara memburuk.

Dinkes Riau menegaskan bahwa deteksi dini dan akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kabut asap. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama apabila keluhan terjadi pada kelompok rentan.*jhn

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top