suarahebat.com, Jakarta – Kepedulian terhadap generasi muda, khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P. Hal tersebut disampaikan oleh Le Putra, Wakil Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara), berdasarkan pengalamannya mengenal dan berinteraksi langsung dengan Khaidir Abdulrahman selama bertahun-tahun. Rabu (22/7/2026)
Le Putra mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengenal Khaidir Abdurrahman ketika menjabat sebagai Anggota DPRK Aceh Utara. Hubungan keduanya semakin erat saat Khaidir mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019. Kedekatan tersebut terus terjalin melalui organisasi paguyuban masyarakat Aceh Utara, Pase Serantau Aceh Utara, yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengabdian bagi masyarakat Aceh di perantauan.
"Sepanjang yang saya kenal, beliau merupakan sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda Aceh, terutama mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba," ujar Le Putra.
Menurutnya, Khaidir Abdurrahman selalu memandang bahwa penyalahguna narkoba pada hakikatnya adalah korban yang membutuhkan pertolongan dan pemulihan, bukan semata-mata pelaku tindak pidana yang harus dihukum. Oleh karena itu, ia secara konsisten mendorong pendekatan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sebagai solusi yang lebih manusiawi dan efektif untuk mengembalikan para korban agar dapat menjalani kehidupan yang produktif.
Komitmen tersebut, lanjut Le Putra, tidak berhenti pada tataran pemikiran. Dalam berbagai kesempatan, Khaidir aktif memberikan konseling, motivasi, serta pembinaan moral kepada generasi muda Aceh agar menjauhi penyalahgunaan narkoba. Bahkan, bagi mereka yang sedang berhadapan dengan proses hukum akibat penyalahgunaan narkoba, Khaidir turut memberikan pendampingan dan advokasi agar penyelesaiannya mengedepankan mekanisme rehabilitasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Beliau ingin para korban tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, kembali ke keluarga, dan menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat," katanya.
Le Putra menambahkan, bagi Khaidir Abdurrahman, generasi muda merupakan generasi emas yang akan menentukan arah pembangunan Aceh pada masa mendatang. Atas dasar pemikiran tersebut, Khaidir terus berupaya membuka akses dan menciptakan berbagai peluang bagi pengembangan kapasitas anak-anak muda Aceh.
Komitmen itu juga tetap dijalankan ketika Khaidir mengemban amanah sebagai salah satu Direksi PT ASABRI (Persero). Pada masa tersebut, ia memfasilitasi banyak pemuda Aceh untuk mengikuti berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan, baik di Medan maupun di Jakarta.
Selain itu, Khaidir Abdurrahman juga menjalin kerja sama dengan OISCA International Japan, sebuah organisasi non-pemerintah asal Jepang, guna membuka kesempatan bagi pemuda Aceh mengikuti program magang di Jepang selama dua hingga tiga tahun. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, etos kerja, serta daya saing generasi muda Aceh di tingkat internasional. Mereka diharapkan menjadi pelopor penggerak pembangunan sekembalinya ke Indonesia.
"Bagi saya, dedikasi Khaidir Abdulrahman menunjukkan bahwa kepedulian terhadap generasi muda bukan sekadar wacana. Beliau membuktikannya melalui pembinaan, pendampingan, pemberdayaan, hingga membuka akses terhadap berbagai peluang agar anak-anak muda Aceh memiliki masa depan yang lebih baik," tutup Le Putra.
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



