BATAM – Dugaan praktik perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) kembali menjadi sorotan publik di Kota Batam. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga di sekitar lokasi, beberapa arena gelper diduga masih beroperasi dan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan serta penegakan hukum terhadap aktivitas yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan.
Sejumlah lokasi yang disebut warga antara lain New Game Zone (Gelper Wukong) di Komplek Nagoya Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Duta Game Zone di Ruko Duta Blok A Nomor 11–12, Batam Kota, serta Uban Game Zone di kawasan Mitra Mall, Batu Aji.
Selain itu, warga juga menyampaikan dugaan bahwa sejumlah tempat hiburan malam menyediakan fasilitas yang mengarah pada praktik perjudian. Tempat yang disebut dalam laporan warga di antaranya J&J Club & KTV, Bombastis Club & KTV, dan M One Club & KTV.
Masyarakat menilai, apabila dugaan tersebut benar, maka praktik perjudian tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga dapat memicu berbagai dampak sosial, seperti meningkatnya tindak kriminal, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta persoalan ekonomi bagi keluarga.
Publik pun mendesak Kapolda Kepulauan Riau untuk memberikan perhatian khusus terhadap laporan masyarakat tersebut dengan memerintahkan jajaran melakukan penyelidikan dan penindakan secara profesional, transparan, serta tanpa pandang bulu apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, Jumat (17/06/26).
Desakan tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang berulang kali menegaskan bahwa seluruh bentuk praktik perjudian, baik konvensional maupun yang berkedok usaha hiburan atau permainan, harus diberantas tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas dipandang penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Masyarakat berharap Polda Kepulauan Riau tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga melakukan pendalaman terhadap dugaan adanya aktivitas perjudian, termasuk menelusuri kemungkinan pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut apabila terbukti terjadi.
Apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur tindak pidana, publik meminta agar aparat menindak tegas seluruh pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa membedakan latar belakang maupun status pihak yang terlibat.
Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, masyarakat juga berharap kepolisian menyampaikan hasil penyelidikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi maupun keresahan di tengah masyarakat.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



