Pekanbaru –SuaraHebat.com_- Guna mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit menular, Puskesmas Rumbai Bukit bersinergi dengan jajaran perawatan Klinik Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar kegiatan Sosialisasi Waspada Risiko Penularan Hantavirus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Klinik Lapas Narkotika Rumbai.
Kegiatan edukatif ini dihadiri langsung oleh tim medis dari Puskesmas Rumbai Bukit serta seluruh jajaran petugas perawatan Klinik Lapas Narkotika Rumbai yang sigap mengikuti jalannya materi.
Hantavirus merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat (tikus), baik melalui kontak langsung dengan urine, kotoran, air liur, maupun partikel virus yang terhirup oleh manusia. Mengingat lingkungan Lapas memiliki karakteristik hunian yang padat, langkah preventif berupa sosialisasi dan edukasi seperti ini menjadi sangat krusial untuk menjaga kesehatan lingkungan serta mencegah potensi terjadinya penularan.
Dalam pemaparannya, tim dari Puskesmas Rumbai Bukit menjelaskan secara detail mengenai gejala klinis infeksi Hantavirus, mekanisme penularan, hingga langkah-langkah deteksi dan penanganan pertama jika ditemukan indikasi gejala pada warga binaan.
Pihak jajaran perawatan Klinik Lapas Narkotika Rumbai menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif edukasi ini. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan para petugas medis di dalam Lapas untuk melakukan deteksi dini sekaligus memperketat pengawasan kebersihan di lingkungan blok hunian.
Melalui sosialisasi yang berjalan komunikatif ini, diharapkan komitmen bersama antara Puskesmas Rumbai Bukit dan Lapas Narkotika Rumbai dapat terus berjalan berkesinambungan demi menciptakan lingkungan Lapas yang bersih, sehat, dan aman dari ancaman penyakit menular.
Red/Seprinaldi
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Pekanbaru Tuan Rumah Rakernas IMI 2026, Wako Agung Nugroho Bidik Kebangkitan Otomotif Riau
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum



