SuaraHebat.com_-Pekanbaru, 30 Juni 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan melalui kegiatan penebaran 2.000 ekor benih ikan lele di area Bimbingan Kerja Lapas, Selasa (30/6).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Subseksi Bimbingan Kerja ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebelumnya, pada 11 Juni 2026, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai juga telah menebarkan 4.000 ekor benih ikan lele. Dengan demikian, total benih yang saat ini dibudidayakan mencapai 6.000 ekor.
Dalam pelaksanaannya, program budidaya ikan lele melibatkan Warga Binaan yang telah mengikuti dan dinyatakan lolos asesmen pembinaan. Melalui kegiatan ini, para Warga Binaan diberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang budidaya perikanan sebagai bekal yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, **Reinhards Indra Pitoy**, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan produktif yang tidak hanya memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Ikan lele yang saat ini dibudidayakan ditargetkan siap dipanen pada bulan Agustus 2026. Hasil panennya nantinya akan dipasarkan melalui kerja sama dengan beberapa pelaku UMKM lokal, khususnya usaha pecel lele, sehingga program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pembinaan Warga Binaan, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Kalapas.
Program budidaya ikan lele ini menjadi bagian dari implementasi pembinaan kemandirian di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai yang sejalan dengan Program Ketahanan Pangan dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Ke depan, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan guna membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal saat kembali ke lingkungan masyarakat.
Red/Seprinaldi
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Pekanbaru Tuan Rumah Rakernas IMI 2026, Wako Agung Nugroho Bidik Kebangkitan Otomotif Riau
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum



